Code Geass

An RPG Forum
 
IndeksIndeks  AnnouncmentAnnouncment  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
User Yang Sedang Online
Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 17 pada Sat Jul 06, 2013 12:32 pm
Latest topics
» Presensi Forum
by Skyline Chandelier Sat Jul 09, 2011 1:20 am

» [Story Telling] If....
by verin ichihara Fri Jun 24, 2011 11:56 am

» today's song playlist
by Skyline Chandelier Thu Jun 23, 2011 11:45 pm

» sambung kalimat!~ouranus style~
by verin ichihara Wed Jun 22, 2011 8:59 pm

» teptep gallery
by steffi_kuran Thu Jun 09, 2011 9:16 pm

» Yellow....
by Ethan Shen Ying-nian Sat May 15, 2010 7:12 pm

» [RP] Cafetaria, we come!
by Tristan Sonata Tue May 11, 2010 8:03 am

» Jadwal Pelajaran Ouranus Academy - SMA
by Tristan Sonata Mon May 10, 2010 7:41 pm

» Tristan Sonata - 1st Grade, SMA Ouranus Academy Jurusan Umum
by Claire Mon May 10, 2010 5:32 pm

Affiliates
free forum
Follow us on Twitter
brothersoft.com
World of Cantabile
Al'loggio
tenipuri-indo
Niji Lima - Ganbarimashou!
Photobucket

Share | 
 

 [omake] Akira Mizushima

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Claire
Admin
avatar

Jumlah posting : 994
Join date : 03.05.09
Age : 25
Lokasi : Bandung

Character sheet
Character Name:: I.I.
Social Status: The code
Job: Random

PostSubyek: [omake] Akira Mizushima   Fri Apr 23, 2010 9:51 am

Namaku, Akira Mizushima, 26 tahun. Selama ini aku bekerja sebagai pekerja serabutan untuk menghidupi diriku sendiri. Sekarang aku sedang berada di sebuah rumah milik orang yang menawari pekerjaan baru-baru ini. Kesempatan emas yang tentunya tidak bisa aku lewatkan. Pekerjaan tetap, gaji tetap, itulah yang aku nantikan selama ini. Setidaknya ilmu yang aku dapatkan tidak lagi sia-sia.

"Oh, Akira, kau sudah datang. Ayo langsung ke ruang kerjaku." Seorang pria dengan kemeja dan celana bahan datang menghampiriku di gerbang rumahnya. Dia adalah August Fellini, yang menawariku pekerjaan, sekaligus kepala sekolah OUranus Academy.

Biar kujelaskan kronologinya:
Satu minggu yang lalu, salah satu pelanggan tetap di cafe tempatku bekerja datang menghampiriku yang sedang mengajari siswi-siswi SMA yang sedang kesulitan mengerjakan soal kimia. Dia berkata, "Kau punya metode yang bagus untuk mengajar."

"Terima kasih tuan. Saya hanya berusaha menjelaskan materi itu jadi lebih sederhana saja." Aku membalasnya.

"Sepertinya kau cocok menjadi seorang guru." aku cukup kaget mendengar kata-kata itu. Seumur hidup belum ada orang yang mengatakan kalau aku cocok jadi seorang guru.

"Saya tidak yakin tuan." aku memang tidak tahu apakah menjadi guru itu cocok untukku.

"Bagaimana kalau kau mencobanya. Ini kartu namaku. Aku menawarimu pekerjaan sebagai seorang guru kimia di sebuah SMA. Kau akan mendapatkan banyak fasilitas dan gaji tetap, itupun kalau kau berminat." Pria itu menyodorkan sebuah kartu nama, "kutunggu jawabanmu minggu depan. Aku beri waktu seminggu untukmu. Kalau kau berminat, bawalah CV-mu sekalian."

kembali ke hari ini:
"Jadi, kau mau menerima tawaran itu?" tuan Fellini duduk di kursinya.

"Tentu saja, Sir." aku tersenyum sambil menyerahkan CV-ku.

"Kalau begitu kutunggu kau hari Senin besok di SMA Ouranus. Ini peta sekolahnya dan ini kunci kamar asrama-mu, kalau kau berminat tinggal di sana, gratis. Kau bisa memindahkan barang-barangmu hari Minggu nanti." tuan Fellini sama sekali tidak melihat CV-ku, dia menyimpannya di laci meja kerjanya kemudian mengeluarkan sebuah kunci kamar padaku. Aku sedikit takjub melihat orang yang langsung percaya ini.

"Baiklah, saya akan ada di sana hari Senin depan." aku mengambil kunci kamar itu dan tersenyum.

Akhirnya kami mengahbiskan waktu seharian itu dengan mengobrol mengenai Ouranus Academy. Aku juga baru tahu kalau August Fellini itu adalah kepala sekolah baru di sana. Dia orang yang santai.

Tepat sebelum makan malam, aku pamit untuk pulang dan menolak tawaran untuk makan malam di sana. Rasanya tidak enak makan di rumah orang yang baru saja dikenal.

Saat aku sampai di halaman rumah besar itu, aku bertemu seorang anak perempuan--yang kuyakini sebagai anak tuan Fellini hanya dengan melihatnya saja--yang sepertinya baru saja pulang sekolah. Gadis kecil yang manis itu menyadari kalau aku memperhatikannya kemudian menunduk dan tersenyum formal. Entah kenapa aku merasa tertarik dengan gadis kecil itu. Terlihat sekali dia adalah orang yang punya harga diri tinggi, nona muda yang hebat, cerdas, berpendirian kuat. Tapi di balik semua kehebatannya itu, terlihat dengan jelas kalau dia itu kesepian dan menggunakan kehebatannya itu untuk menutupi rasa kesepiannya. Tipe wanita yang tidak akan mudah untuk takluk.

Gadis kecil yang menarik. Aku yakin mulai hari ini aku akan sering bertemu dengannya.

2 tahun kemudian...
Ah... itu dia gadis kecil Fellini. Aku langsung menghampirinya.
"Halo nona Fellini." aku menyapanya. Seperti biasa, dia melihatku dengan tatapan mata tajam.

"Ada perlu apa, Sir?" dia langsung menghentikan langkahnya dan menghadapku.

"Bisa tolong kau bagikan hasil ulangan kimia teman-teman sekelasmu minggu kemarin?" Aku menyodorkan setumpuk kertas padanya. Selene berdecak lalu mengambil kertas itu, "terima kasih."

"Ada lagi?" dia terlihat tidak sabar, seperti biasa, ingin cepat-cepat mengakhiri percakapan ini.

"Tidak ada. Terima kasih mau membantuku, nona manis." Aku tersenyum dan mempersilahkannya pergi.

"Sama-sama." dia menjawab dengan judesnya dan pergi dengan segera.

Aku memang merasa, sampai kapanpun aku tidak akan bisa menggapai gadis kecil yang kesepian itu. Dia memang menutup pintu hatinya rapat-rapat pada siapapun yang mendekatinya. Aku sudah tahu sejak lama, bahkan sejak pertemuan pertama kami.

"Selene..." aku memanggilnya. Dia menghentikan langkahnya dan berbalik. Ekspresinya agak datar, tidak biasanya dia dipanggil seperti itu di sekolah, aku tahu itu. "Aku menyukaimu..."

"Maaf, lebih baik lupakan saja aku Mizushima." Dia menjawab dengan ekspresi datar, kemudian memalingkan mukanya dan berbalik pergi.

Itu penolakannya yang keseratus. Entah kenapa aku ingin mengatakannya walaupun aku tahu jawabannya akan seperti itu. Aku jadi ingin menertawakan dan mengasihani diriku sendiri yang menyukai seorang gadis yang umurnya sebelas tahun lebih muda. Sampai kapan aku akan menyerah? biar waktu saja yang menjawabnya.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://code-geass.forumotion.net
Claire
Admin
avatar

Jumlah posting : 994
Join date : 03.05.09
Age : 25
Lokasi : Bandung

Character sheet
Character Name:: I.I.
Social Status: The code
Job: Random

PostSubyek: Re: [omake] Akira Mizushima   Sun Apr 25, 2010 8:57 am

Chapter 2

Bel pelajaran akhirnya berbunyi juga, setelah ini aku kosong, tidak ada lagi yang harus ku kerjakan sampai waktu pulang sekolah. Lebih baik aku tidur saja sampai pulang nanti lalu kembali pada tugasku untuk berpatroli.

Dalam hitungan detik saja aku sudah masuk ke alam tidurku. Semoga mimpi indah

.........

"Hai Akira! Ayo duduk di sini." Mr. Fellini mengajakku makan bersama saat aku sedang di sebuah cafe. Niatku hanya ingin membeli kopi saja untuk perjalanan pulang, tapi ternyata malah bertemu dengannya.

"Terima kasih tuan." aku duduk di samping Mr. Fellini, dan dihadapanku duduk seorang gadis kecil yang anggun. Gadis yang kutemui di gerbang rumah Fellini tiga bulan yang lalu.

"Sepertinya kau habis berbelanja." Mr. Fellini membuka percakapan.

"Oh... ya, saya membeli beberapa buku dan beberapa peralatan dapur untuk di asrama." aku menjawab sambil tersenyum.

"Kalau kerjamu bagus sepertinya aku akan menjadikanmu sebagai pengelola asrama, pengelola yang sekarang sebentar lagi akan mengundurkan diri karena pensiun dini." Mr. Fellini memang terlalu percaya pada orang ya? baru tiga bulan aku bekerja sudah ditawari ini dan itu.

"Saya tidak masalah. Keputusan memang ada di tangan Anda." aku menjawab. Terserah saja tuan yang satu ini mau menyuruhku apa. Dapat pekerjaan saja sudah bersyukur.

"Oh ya, perkenalkan, ini putriku Selene." Mr. Fellini memperkenalkanku dengan gadis kecil itu, akhirnya. Selene tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya. Benar-benar gadis yang sopan.

"Halo, nama saya Akira Mizushima." Aku juga balas memperkenalkan diriku.

"Sebentar lagi dia akan masuk SMA, dia juga sudah bilang kalau dia ingin bersekolah di Ouranus. Mungkin dia akan jadi salah satu muridmu nanti."

"Wah, saya tidak sabar kalau begitu. Mungkin dia akan menjadi murid saya kalau dia menyukai kimia." Aku tersenyum menjawabnya. Entah kenapa rasanya senang bisa mengetahui kalau gadis kecil ini akan bersekolah di tempatku mengajar.

Kamipun berbincang-bincang cukup lama sampai akhirnya waktulah yang menghentikan percakapan itu. Sepanjang itu pula Selene hanya diam dan terkadang tersenyum. Kesimpulanku dia bukan anak yang banyak bicara. Atau mungkin memang tidak terbiasa untuk bicara karena tidak punya teman untuk bicara.

Kembali pada kenyataan
"Ah... mimpi itu... sudah lama ternyata..." Aku pun terbangun mendengar bel pulang berbunyi. Aku langsung meregangkan badanku dan bersiap untuk menjalankan tugas. "Yosh! Mari kita berpatroli."

Saat aku keluar dari Lab, aku menemukan sesuatu yang menarik...

Seperti biasa, Selene duduk di pohon yang ada di dekat lab Kimia. Itu tempat favoritnya untuk membaca buku. Aku langsung turun untuk menyapanya. saat aku ada di hadapannya, yang kulihat ternyata seorang Selene Fellini yang sedang tertidur. Dia tidak pernah menunjukkan rasa lelahnya pada siapapun.

Aku duduk di sampingnya dan memperhatikannya terus. Aku mengelus pelan rambutnya, tapi langsung kuhentikan karena menyadari posisiku sekarang juga menyadari keadaan. Mana boleh aku menyentuhnya.

Terlihat sekali dia tertidur sangat pulas. Sepertinya dia kelelahan dengan tugasnya sebagai ketua OSIS sekaligus menjaga image sebagai anak kepala sekolah. Aku merasa kasihan padanya.

"ng..." ah, dia terbangun, "Mizushima? kenapa kau ada di sini?" dia kaget melihatku di sampingnya.

"Hanya duduk sebentar sebelum memulai patroliku." Aku pun bangkit dari tempatku duduk.

"Lain kali jangan tidur di luar sembarangan, kau ini anak perempuan, hati-hatilah!" Aku menepuk dahinya lalu pergi meninggalkannya.

"Dasar! yang berbahaya itu justru kamu." dia membalas dengan kesal. Aku hanya tertawa saja mendengarnya.

"Sudah ya! sampai jumpa." Aku pergi dari sana dan kembali memasuki gedung sekolah.

Mungkin memang benar, justru akulah yang berbahaya kalau ada di dekatnya. Karena semakin dekat semakin aku gila karena ingin menghilangkan rasa sepinya. Apa perasaan seperti ini disebut cinta? entahlah, kurasa bukan, dan kuharap memang bukan cinta.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://code-geass.forumotion.net
 
[omake] Akira Mizushima
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Code Geass :: Roleplay Main Chamber :: Story Telling Chamber :: Ouranus Academy Chamber-
Navigasi: